Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Saat ini, penggunaan teknologi informasi (TI) di perusahaan semakin meningkat. Tidak hanya untuk proses operasional sehari-hari, tetapi juga dalam proses pengambilan keputusan. Bahkan, di beberapa sektor industri seperti perbankan dan keuangan, ketergantungan pada TI sangat besar.

Dalam beberapa tahun terakhir ini juga Electronic Commerce mulai mendapat perhatian besar di Indonesia. Bahkan sudah ada banyak implementasi dari e-commerce. Namun masih ada kendala dalam penerimaan e-commerce ini yaitu adanya masalah akan kepercayaan dan keamanan (security).

Masalah utama yang dihadapi adalah belum adanya pemahaman dan kepedulian (awareness) akan masalah keamanan. Memang dapat dimengerti bahwa penerapan e-commerce di Indonesia ini masih pada tahap awal sehingga fokus utamanya bukan pada masalah keamanan akan tetapi pada keberadaannya dan pengelolaannya dahulu. Tanpa penerapan sistem pengamanan pada sistem e-commerce, masalah akan timbul di kemudian hari yaitu menurunnya kepercayaan customer dan akhirnya ditinggalkan karena customer tidak berani menggunakan fasilitas tersebut.

Data base customer juga merupakan asset yang sangat penting bagi perusahaan, data base yang dimiliki merupakan sarana potensial untuk berjualan atau berpromosi, sehingga produk dapat dikenal dan dibeli.

Aspek integrity (integritas) terkait dengan keutuhan data. Aspek ini menjamin bahwa data tidak boleh diubah (tampered, altered, modifed) tanpa ijin dari yang berhak. Acaman terhadap aspek integritas dilakukan dengan melalui penerobosan akses, pemalsuan (spoofing), virus yang mengubah atau menghapus data, dan man in the middle attack (yaitu penyerangan dengan memasukkan diri di tengah-tengah pengiriman data). Proteksi terhadap serangan ini dapat dilakukan dengan menggunakan digital signature, digital certificate, message authentication code, hash function, dan checksum. Pada prinsipnya mekanisme proteksi tersebut membuat kode sehingga perubahan satu bit pun akan mengubah kode.

Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat dari tautan berikut:

Database-security Indra harimurti doc

Database-security Indra Harimurti pdf

Sebagai tambahan referensi saya menggunakan:

http://esj.com/blogs/enterprise-insights/2011/02/new-approach-to-database-security.aspx

http://wafyes.blogspot.com/2009/10/keamanan-jaringan-komputer.html

http://ariefokebanget.wordpress.com/2011/02/10/ancaman-keamanan-data/

http://itshare-smd.blogspot.com/2008/10/enkripsi-untuk-keamanan-data-pada.html

http://maizarti.wordpress.com/2011/03/13/teknik-pengaman-data/

http://irma14.blogspot.com/2008/09/dasar-dasar-keamanan-komputer.html?showComment=1311395116054#c5168040292519415263

http://yanuangga.wordpress.com/2010/03/26/firewall/#comment-36

http://tohaghafara.wordpress.com/2010/10/14/keamanan-sistem-informasi-pada-transaksi-online/#comment-12

http://wong168.wordpress.com/2010/07/20/istilah-dalam-kriptografi/#comment-9162

http://fardiansyah7fold.wordpress.com/2010/11/28/komunikasi-data-dan-keamanan-sistem-informasi/

Pemanfaatan internet untuk era globalisasi ini telah semakin meningkat penggunaannya oleh berbagai kalangan, baik individu maupun kelompok termasuk kalangan organisasi khususnya para pengusaha. Kegiatan dunia usaha dengan penggunaan teknologi berbasis internet merupakan cara tepat serta inovatif bagi para perusahaan untuk melakukan kegiatan perusahaan dalam memasuki pasar (khususnya di dunia maya).

            E-bisnis dapat diartikan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-dagang mempunyai tujuan untuk menambah revenue dari perusahaan .

Sementara itu, e-bisnis berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain, pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan (customer relationship management), dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tautan blog di bawah ini:

UTT SIM INDRA HARIMURTI doc

UTT SIM INDRA HARIMURTI pdf

 

I. PENDAHULUAN
 
 
 
a) Latar Belakang

Pesatnya perkembangan perekonomian di dunia ini, yaitu globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat dan canggih membawa manusia pada penyadaran untuk mengantisipasi kesiapan membangun masyarakat berbasis pengetahuan, yaitu dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan manusia. Pengetahuan merupakan modal yang mempunyai pengaruh besar dalam menentukan kemajuan individu maupun kelompok (organisasi). Dalam lingkungan yang sangat cepat berubah, pengetahuan akan mengalami keusangan oleh sebab itu perlu terus-menerus diperbaharui melalui proses belajar.

Belajar dalam era pengetahuan seperti sekarang ini sangat berbeda dengan belajar dimasa lalu. Semua orang dituntut untuk belajar baik sendiri maupun bersama dengan cepat, mudah dan menyenangkan tanpa memandang waktu dan tempat. Hal ini mendorong berkembangnya konsep organisasi belajar yang menyatukan proses belajar dan bekerja. Disisi lain pengetahuan yang melekat pada anggota suatu organisasi juga perlu diuji, dimutakhirkan, ditransfer, dan diakumulasikan, agar tetap memiliki nilai. Hal ini menyebabkan para pakar manajemen mencari pendekatan untuk mengelola pengetahuan yang sekarang dikenal dengan manajemen pengetahuan atau Knowledge Management (KM). Suatu organisasi agar dapat mencapai visi dan misinya harus mengelola pengetahuan yang dimilikinya dengan baik agar dapat bersaing dengan organisasi yang lain. Salah satu cara tersebut adalah dengan menerapkan manajemen pengetahuan.

Knowledge Management (KM) dapat dipandang dari dua sisi yaitu secara operasional dan strategis. KM secara operasional artinya KM merupakan aktifitas perusahaan/organisasi dimana terjadi pengembangan dan pemanfaatan pengetahuan, sedangkan KM secara strategis artinya KM merupakan langkah untuk memantapkan setiap organisasi/perusahaan sebagai perusahaan yang berbasis pengetahuan.

Manajemen pengetahuan saat ini merupakan hal yang menarik, berbagai konferensi dan workshop digelar untuk mengetahui dan meningkatkan manfaat menajemen pengetahuan diberbagai bidang pengetahuan. Di Indonesia, manajemen pengetahuan yang dimuat di media massa masih berkutat pada teknologi informasi. Padahal manfaat dan kegunaan manajemen pengetahuan ini tidak terbatas. Tingginya tingkat persaingan dalam industri, menyadarkan para pengusahan akan pentingnya pengetahuan dalam penciptaan keunggulan dibandingkan dengan aspek finansial atau modal berupa uang dalam perusahaannya. Oleh karena itu, berbagai bidang kegiatan di Indonesia saat ini menghadapi tuntutan untuk melaksanakan manajemen pengetahuan agar tetap dapat bertahan dalam persaingan pasar.

b) Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui peranan manajemen pengetahuan dalam pembangunan suatu usaha yang bergerak di bidang ternak ayam pedaging yang dilaksanakan oleh PT. Lemon Chicken Farm.
           
II. TINJAUAN PUSTAKA

a) Data, Informasi dan Pengetahuan.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang manajemen pengetahuan, saya akan menjelaskan beberapa istilah dasar yang berkaitan dengan manjemen pengetahuan. Menurut Davenport dan Prusak (1998), membedakan pengertian antara data, informasi dan pengetahuan yaitu : “knowledge is neither data nor information, though it related to both, and the differences between these terms are often a matter of degree”. Perbedaan mendasar dari ketiganya dijelaskan pada point berikut ini:

  1. Data is a set of discrete, objective facts about events
Seperti yang dicontohkan oleh Davenport dan Prusak, bila seseorang pelanggan datang untuk mengisi tanki mobilnya ke pompa bensin, maka transaksi yang terjadi dapat digambarkan sebagian oleh data, yaitu berapa uang yang harus dibayarkan, berapa liter bensin yang diisikan, namun tidak menjelaskan mengapa pelanggan itu datang ke pompa bensin, kualitas pelayanan pompa bensin, dan tidak dapat meramalkan kapan lagi pelanggan tersebut akan kembali ke pompa bensin. Dalam organisasi, data terdapat dalam catatan-catatan (records) atau transaksi-transaksi.
  1. Information is data that makes a difference
Kata inform berarti to give shape atau untuk memberi bentuk, dan informasi ditujukan untuk membentuk orang yang mendapatkannya, yaitu untuk membuat agar pandangan atau wawasan orang tersebut berbeda (dibandingkan sebelum memperoleh informasi). Sebagai contoh pelanggan mengisi tanki mobilnya dengan bensin premix, bukan premium, pernyataaan tersebut merupakan informasi. Menurut Peter Drucker, tidak seperti data, informasi mempunyai makna (meaning) yang ditimbulkan oleh relevansi dan tujuan yang diberikan oleh penciptanya. Misalnya pembeli informasi menyampaikan bahwa pelanggan mengisi tanki mobilnya dengan bensin premix, bukan premium, mengandung tujuan tertentu yang dikaitkan dengan lawan bicara, atau mengandung relevansi tertentu yang dikaitkan dengan lawan bicara, atau mengandung relevansi tertentu yang dikaitkan dengan topik pembicaraan. Davenport dan Prusak memberikan metode mengubah data menjadi informasi melalui kegiatan yang dimulai dengan huruf C: contextualized, calculated, corrected, dan condensed. Dalam organisasi, infomasi terdapat dalam pesan (messages).
  1. Knowledge is a fluid mix of framed experience, values, contextual information,and expert insight that provides a framework for evaluating and incorporating new experiences and information.
Pengetahuan adalah asli dari pikiran seseorang. Dalam organisasi, hal ini sering dipakai tidak hanya dalam dokumen, tetapi juga dalam rutinitas, proses, praktek, dan norma dalam organisasi. b) Pengetahuan (Knowledge) Menurut Davenport dan Prusak (1998), definisi pengetahuan adalah suatu hal yang sifatnya tidak tetap, yang terbentuk karena adanya pengalaman, nilai, informasi yang kontekstual, dan sisi keahlian seseorang yang mendukung dalam kerangka berpikir untuk mengevaluasi dan menggabungkan pengalaman-pengalaman dan informasi yang baru. Menurut Nonaka dkk. (1995), gagasan yang mendasari pengertian mengenai pengetahuan: 1) Pengetahuan merupakan justified true believe. Seorang individu membenarkan (justifies) kebenaran atas kepercayaannya berdasarkan observasinya mengenai dunia. Jadi bila seseorang menciptakan pengetahuan, ia menciptakan pemahaman atas suatu suatu situasi baru dengan cara berpegang pada kepercayaan yang telah dibenarkan. Dalam definisi ini, pengetahuan merupakan konstruksi dari kenyataan, dibandingkan sesuatu yang benar secara abstrak. Penciptaan pengetahuan tidak hanya merupakan kompilasi dari fakta-fakta, namun suatu proses yang unik pada manusia yang sulit disederhanakan atau ditiru. Penciptaaan pengetahuan melibatkan perasaan dan sistem kepercayaan (belief systems) dimana perasaan atau system kepercayaan itu bisa tidak disadari. 2) Pengetahuan merupakan sesuatu yang eksplisit sekaligus terbatinkan (tacit). Beberapa pengetahuan dapat dituliskan di kertas, diformulasikan dalam bentuk kalimat-kalimat, atau diekspresikan dalam bentuk gambar. Namun ada pula pengetahuan yang terkait erat dengan perasaan, keterampilan dan bentuk bahasa utuh, persepsi pribadi, pengalaman fisik, petunjuk praktis (rule of thumb) dan institusi. Pengetahuan terbatinkan seperti itu sulit sekali digambarkan kepada orang lain. Mengenali nilai dari pengetahuan terbatinkan dan memahami bagaimana menggunakannya merupakan tantangan utama organisasi yang ingin terus menciptakan pengetahuan. 3) Penciptaan pengetahuan secara efektif bergantung pada konteks yang memungkinkan terjadinya penciptaan tersebut. Apa yang dimaksud dengan konteks yang memungkinkan terjadinya penciptaan pengetahuan adalah ruang bersama yang dapat memicu hubungan-hubungan yang muncul. Dalam konteks organisional, bisa berupa fisik, maya, mental atau ketiganya. Pengetahuan bersifat dinamis, relasional dan berdasarkan tindakan manusia, jadi pengetahuan berbeda dengan data dan informasi, bergantung pada konteksnya. 4) Penciptaan pengetahuan melibatkan lima langkah utama. Menurut Von Krogh, Ichiyo serta Nonaka dalam Setiarso (2003a), menyatakan bahwa penciptaan pengetahuan organisasional terdiri dari lima langkah utama, antara lain:
  1. Berbagi pengetahuan terbatinkan;
  2. Menciptakan konsep;
  3. Membenarkan konsep;
  4. Membangun prototype; dan
  5. Melakukan penyebaran pengetahuan di berbagai fungsi dan tingkat di organisasi.
Pernyataan dari Society of Management Accountants of Canada dalam Setiarso (2003a) tentang dinamika pengetahuan adalah sebagai berikut, potensi nilai yang ada pada berbagi komponen atau proses (aliran) keseluruhan “modal” dalam sebuah perusahaan, antar hubungan dan penyesuian-penyesuian sinergis yang bisa meningkatkan nilai modal tersebut, dan penerapan potensi tersebut pada tugas-tugas bisnis yang sesungguhnya (ini) mencakup pula modal pengetahuan organisasi yang belum diolah, dan modal yang mendatangkan keuntungan dan yang komponen utamanya adalah pengetahuan. Definisi di atas mengandung aktifitas dan dinamika serta penerapan pengetahuan kepada tugas-tugas yang sesungguhnya, bukan sesuatu yang diam. Beberapa penulis, misalnya Malhotra (2000) mengingatkan bahwa dinamika penerapan pengetahuan saat ini merupakan konsekuensi logis dari kehidupan organisasi yang harus selalu menyiapkan respon terhadap lingkungan yang bercirikan dua hal yaitu: - Kerumitan atau kompleksitas, disebabkan oleh peningkatan jumlah, keragaman dan saling ketergantungan antara berbagai entitas di dalam lingkungan sebuah organisasi. - Gejolak lingkungan atau turbulensi, ditentukan oleh semakin cepatnya siklus (cycle-time) dari setiap kejadian atau peristiwa. c) Manajemen Pengetahuan Manajemen pengetahuan merupakan suatu kosep yang berpijak pada kesadaran akan pentingnya mengelola aset pengetahuan, baik yang bersifat tacit (berada di masing-masing individu) maupun explicit (tersebar di berbagai dokumen) yang dimiliki organisasi atau perusahaan. Inti pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pengetahuan yang dimiliki atau terdapat pada organisasi/perusahaan dikumpulkan, disimpan, diorganisasikan, disintesakan, disebarkan, dimanfaatkan, dan didayagunakan seoptimal mungkin bagi setiap individu untuk meningkatkan kinerja. Secara umum Manajemen Pengetahuan didefenisikan sebagai teknik untuk membangun suatu lingkungan pembelajaran sehingga orang-orang di dalamnya terus termotivasi untuk terus belajar, memanfaatkan informasi yang ada, serta pada akhirnya mau berbagi pengetahuan yang baru didapat. Manajemen Pengetahuan juga diartikan mengelola pengetahuan dalam organisasi untuk menciptakan nilai dan meningkatkan keunggulan kompetitif.  Jadi, Manajemen Pengetahuan meliputi : proses penciptaan pengetahuan, distribusi pengetahuan dan aplikasi pengetahuan. Dalam Manajemen Pengetahuan, selain manusia sebagai subjek inspirasi pengetahuan, dua hal lain yang perlu di-manage adalah tempat (hard & soft) yang menjadi media dalam proses meraih pengetahuan serta isi pengetahuan itu sendiri. Knowledge Management (KM) merupakan intervensi bersama-sama dari sumber daya manusia, proses dan teknologi untuk mendukung proses pembuatan ( creation), pembauran ( assimilation ), penyebaran ( dissemination ) dan pemanfaatan ( application ) pengetahuan di dalam lingkungan perusahaan / organisasi. Pembuatan pengetahuan (knowledge creation) adalah proses perbaikan pengetahuan tertentu selama proses pembelajaran. Pembauran pengetahuan (knowledge assimilation) adalah proses pengumpulan, penyimpanan dan penyaringan pengetahuan yang dibuat dengan pengetahuan yang sudah dipunyai sebelumnya. Penyebaran pengetahuan (knowledge dissemination) adalah proses akses dan distribusi pengetahuan untuk dipergunakan dalam pekerjaan yang lainnya. Pemanfaaatan pengetahuan (knowledge application) adalah penggunaan pengetahuan yang ada untuk mendukung penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya. Pengetahuan dibangun atau dikembangkan melalui proses pengalaman dimana pengetahuan tersebut dipergunakan, seperti proses penyelesaian masalah, projek atau pekerjaan. Konsep pemberdayaan pengetahuan (knowledge enabler) pada hakikatnya adalah merupakan praktek pada konsep manajemen pengetahuan (knowledge management). d) Pengelolaan Pengetahuan Pengelolaan pengetahuan adalah proses penciptaan pengetahuan yang dicapai melalui pengenalan hubungan yang sinergis antara tacit dan eksplisit. Data dan informasi kemungkinan relatif mudah dikelola, sedangkan “pengetahuan” mungkin akan sukar sekali dikelola karena yang “eksplisit“ dari individual hanya sekitar 20 % saja sedangkan yang 80 % masih dalam bentuk “tacit“. Manajemen pengetahuan (Knowledge Management)  ditujukan untuk membuat organisasi belajar (learning organization) sehingga bekerja dan belajar merupakan  hal yang sama dalam suatu institusi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif berdasarkan nilai-nilai tertentu Menurut Hansen dkk. dalam Setiarso (2003a), pada dasarnya bagaimana strategi organisasi mengelola pengetahuan terbagi atas dua ekstrim: strategi kodifikasi (codification strategy) dan strategi personalisasi (personalization strategy). Bila pengetahuan diterjemahkan dalam bentuk eksplisit secara berhati-hati (codified) dan disimpan dalam basis data sehingga para pencari pengetahuan yang membutuhkannya dapat mengakses pengetahuan tersebut, maka cara mengelola seperti ini dikatakan menganut strategi kodifikasi. Namun pengetahuan tidak terdiri dari hanya eksplisit saja, melainkan juga pengetahuan terbatinkan. Pengetahuan terbatinkan amat sangat sulit diterjemahkan ke dalam bentuk eksplisit. Oleh sebab itu pengetahuan-pengetahuan dialihkan dari satu pihak ke pihak lain melalui hubungan personal yang intensif, jadi disini fungsi utama jaringan komputer (intranet atau internet) disini bukan saja untuk menyimpan pengetahuan melainkan juga untuk memfasilitasi lalu lintas atau komunikasi di antara individu atau peneliti dalam organisasi yang sedang melakukan kegiatan penelitian baik mencari informasi atau memanfaatkan pengetahuan-pengetahuan baru untuk menunjang kegiatan penelitiannya. Menurut Setiarso (2003b), dalam pengelolaan pengetahuan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: -                     Analisis dan identifikasi proses kerja/bisnis dalam organisasi ; -                     Pemahaman tentang proses pengetahuan di dalam proses kerja; -                     Pemahaman nilai, konteks, dan dinamika pengetahuan dan informasi; -                     Idenfikasi penciptaan, pemeliharaan dan pemanfaatan aset pengetahuan; -                     Pemetaan aliran pengetahuan; -                     Manajemen perubahan; -                     Pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pemanfaatan pengetahuan; -                     Pemahaman tentang komunitas kerja untuk memperoleh dukungan dan kerjasama; -                     Manajemen kegiatan/proyek; -                     Stukturisasi dan arsitektur informasi; -                     Manajemen aliran dokumen dan informasi; -                     Pemahaman tentang prinsip-prinsip manajemen informasi, proses publikasi dan Perkembangan potensi teknologi informasi. e) Transfer Pengetahuan Transfer pengetahuan (salah satu aspek dari manajemen pengetahuan) dalam berbagai bentuk, telah sejak lama dilakukan. Contohnya adalah melalui diskusi sepadan dalam kerja, magang, perpustakaan perusahaan, pelatihan profesional, dan program mentoring. Walaupun demikian sejak akhir abad ke-20, teknologi tambahan telah diterapkan untuk melakukan tugas ini, seperti basis pengetahuan, sistem pakar, dan repositori pengetahuan. Transfer pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung dari jenis pengetahuan yang ingin ditransferkan ke pihak lain. Dalam knowledge conversion dapat diketahui beberapa cara transfer pengetahuan, antara lain;
  1. Tacit knowledge ditransfer menjadi tacit knowledge melalui sosialisasi.
  2. Tacit knowledge ditransfer menjadi explicit knowledge melalui eksternalisasi.
  3. Explicit knowledge ditransfer menjadi explicit knowledge melalui kombinasi.
  4. Explicit knowledge ditransfer menjadi tacit knowledge melalui internalisasi.
f) Penciptaan Pengetahuan Penciptaan pengetahuan dapat terjadi melalui knowledge conversion yang  didalamnya terdapat proses transfer pengetahuan diantara individu-individu, individu-organisasi, maupun organisasi-organisasi. Berikut ini adalah gambaran konversi pengetahuan yang terjadi g) Konsep Pemberdayaan Pengetahuan Konsep pemberdayaan pengetahuan (knowledge enabler) pada hakikatnya adalah merupakan praktek pada konsep manajemen pengetahuan (knowledge management). Konsep manajemen pengetahuan berasal dan berkembang di dunia bisnis, diterapkan dengan tujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki pengoperasian perusahaan dalam rangka meraih keuntungan kompetitif dan meningkatkan laba. Manajemen pengetahuan digunakan untuk memperbaiki komunikasi diantara manajemen puncak dan diantara para pekerja untuk memperbaiki proses kerja, menanamkan budaya berbagai pengetahuan, dan untuk mempromosikan dan mengimplementasikan sistem penghargaan berbasis kinerja. III. PEMBAHASAN Bentuk pengetahuan terbagi 2 (dua), Explicit dan Tacit Knowledge. Explicit Knowledge, yaitu pengetahuan tertulis yang sudah terdokumentasi, mudah disimpan, diperbanyak, disebarluaskan (dikomunikasikan) dan dipelajari. Seperti: manual, buku, laporan, dokumen, surat dan sebagainya. Sedangkan Tacid Knowledge adalah bentuk pengetahuan yang masih tersimpan dalam pikiran manusia.Misalnya gagasan, persepsi, cara berpikir, wawasan, keahlian/kemahiran, dan sebagainya. Dalam penyusunan usaha peternakan ayam broiler yang direncanakan, pada awalnya tiap anggota yang terlibat mengemukakan ide dan mempresentasikan pendapat tentang rencana bisnis yang akan dijalankan. Usulan yang dikemukakan oleh masing – masing anggota antara lain (tacid knowledge): a)Abrori Mengemukakan ide membuat one stop workshop bagi kendaraan yang meliputi fasilitas yang berupa toko sparepart, cucian kendaraan, bengkel, cafe dan ruang tunggu yang nyaman. b)Agus Prihanto Mengemukakan ide membuka usaha baru seperti: -    Membuka sarana pariwisata Paramount Hill Eco Park, yaitu tentang Wahana Keluarga,Taman Permainan dan Edukasi  Anak  seperti Universal Studio lokasi di Ciapus Bogor. -    Membuka bisnis restoran yang memiliki kekhasan kuliner tradisional. -    Membuka Rumah Sakit di Bogor yang berskala dan kualitas internasional untuk memenuhi kebutuhan akan perawatan masyarakat Bogor dan Jakarta, dimana mereka biasanya merujuk ke Singapura apabila memerlukan rujukan pengobatan. c)Elfa Astrid Triani Mengemukakan ide pembangunan Rumah Sakit yang berkualitas Internasional dengan staf medis yang setaraf dengan Mount Elizabeth Singapura. d)Hendra Wijaya Mengemukakan ide pembuatan usaha: - Peternakan ayam  broiler dengan sistem penjualan sistem kemitraan atau langsung ke pangkalan. - Pembangunan kamar sewa bagi para mahasiswa IPB yang dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan dan jaringan internet. e)Ingrid Clarissa WA Mengemukaan ide untuk pembuatan automatic car wash dimana konsumen  dapat memesan makanan sebelum  masuk pencucian dan mendapat pesananan makanannya saat proses pencucian selesai. f)Indra Harimurti Mengemukakan pembuatan burger tempe .dimana poduk tersebut masih jarang terdengar dan ingin membuat sistem franchise dalam menjalankan bisnis tersebut. g)Rurin Wahyu Listriana Mengemukakan ide pembangunan pabrik minuman mix susu, madu, fruit yang dikemas secara UHT (Ultra High Temperature)  dan tanpa bahan pengawet yang sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi. Dari semua usulan dan ide yang dijelaskan oleh masing – masing anggota dan dilakukan pendalaman ide, maka diputuskan untuk melaksanakan usaha peternakan ayam pedaging di daerah Bogor dengan nama PT. Lemon Chicken Farm . Salah satu alasan dibuatnya usaha ini adalah dengan melihat prospek usaha ini di masa depan yang begitu menjanjikan dan dengan melihat potensi pasar di daerah Bogor – Jakarta yang sangat menjanjikan. Selain itu di daerah Bogor masih dapat ditemukan  banyak lahan yang dapat dipergunakan untuk usaha ternak ayam karena jauh dari pemukiman penduduk. Dalam pembuatan usaha ini kelompok kami menyusun suatu kerangka perencanaan yang mendasari terbentuknya suatu perencanaan bisnis usaha ternak ayam. Sehingga dapat terbentuk perencanaan bisnis usaha ternak ayam yang baik dan terencana. Melalui penyusunan perencanaan bisnis yang terorganisir, terjadi pertukaran informasi dan pengetahuan diantara anggota kelompok, sehingga masing-masing individu memberikan kontribusi yang positif dalam terbentuknya perencanaan bisnis (Business Plan) yang layak,  baik dan dapat dilaksanakan. Rencana modal awal yang digunakan dalam menjalankan usaha ini adalah modal pribadi dari masing – masing anggota yang besarnya saudara Abrori 10%, saudara Agus P. 10%, saudari Elfa 10%, saudara Hendra W. 30 %, saudari Inggrid dan Rurin masing – masing 10% sedangkan saya sendiri 20% dari total modal yang nantinya digunakan. Saudara Hendra Wijaya sebagai penggagas ide ternak tersebut juga merupakan orang yang kompeten dalam bidang usaha ternak ayam pedaging karena dia juga bekerja di salah satu perusahaan besar peternakan di Indoesia. Sehingga dapat diharapkan usaha ternak ayam broiler tersebut dapat berjalan dengan baik. Saudara Abrori sebagai ahli pemasaran yang sudah berkompeten dibidangnya dapat diharapkan menajemen usaha ini secara professional dan dapat mengembangkan sistem pemasaran yang efektif. Saudari Elfa yang merupakan ahli akutansi diharapkan dapat melaksanakan audit keuangan secara professional sehingga dapat tercipta keuangan yang sehat. Saudari Inggrid sebagai orang yang ahli di bidang business development sehingga dapat diharapkan perluasan ekspansi pasar perusahaan Chicken Lemon Farm secara maksimal, baik dari hulu maupun hilir. Saudari Rurin sebagai ahli kimia diharapkan dapat menganalisis efek polusi yang ditimbulkan karena adanya usaha ternak ayam broiler tersebut. Sedangkan saya sendiri sebagai ahli agronomi dapat memanfaatkan kotoran ayam dikandang untuk dibuat sebagai pupuk kandang yang berkualitas yang hasilnya masih dapat dijual lagi sehingga menghasilkan keutugan. Dengan keahlian yang dimiliki oleh masing – masing anggota kelompok maka dapat diharapkan setiap anggota dapat memberikan kontribusi yang positif sehingga dapat melaksanakan usaha peternakan tersebut secara maksimal dan dapat memberikan keuntungan. Melakui manajemen pengetahuan diharapkan diharapkan dalam menjalankan usaha ternak ayam broiler dapat dijalankan secara sistematis dan dikendalikan oleh orang – orang yang sudah ahli dalam menjalankan usaha tersebut setiap tahapan. Selain itu dapat disusun suatu struktur organisasi yang jelas dalam menjalankan usaha ternak ayam broiler tersebut. Selama manajemen pengetahuan yang diterapkan dalam usaha ternak ayam broiler ini dapat tercipta suatu transfer pengetahuan. Transfer pengetahuan yang akan dilaksanakan dalam usaha tersebut adalah dengan adanya pengadaan pelatihan professional bagi para pelaku usaha ternak ayam broiler agar memperoleh pengetahuan yang tepat sehingga dapat menjalankan usaha ini secara professional. Dari pemberdayaan pengetahuan tersebut diharapkan dapat diperoleh keuntungan/ laba perusahaan yang maksimal dan kompetitif IV. KESIMPULAN Secara umum Manajemen pengetahuan didefenisikan sebagai teknik untuk membangun suatu lingkungan pembelajaran sehingga orang-orang di dalamnya terus termotivasi untuk terus belajar, memanfaatkan informasi yang ada, serta pada akhirnya mau berbagi pengetahuan yang baru didapat. Manajemen pengetahuan juga diartikan mengelola pengetahuan dalam organisasi untuk menciptakan nilai dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Manajemen pengetahuan meliputi : proses penciptaan pengetahuan, distribusi pengetahuan dan aplikasi pengetahuan. Dalam Manajemen pengetahuan, selain manusia sebagai subjek inspirasi pengetahuan, dua hal lain yang perlu di-manage adalah tempat (hard & soft) yang menjadi media dalam proses meraih pengetahuan serta isi pengetahuan itu sendiri Manajemen pengetahuan dapat meningkatkan nilai perusahaan, membantu dalam pengambalian keputusan salah satunya adalah pada PT. Lemon Chicken Farm. Manfaat yang diperoleh antara lain para pelaku usaha yang bergerak di bidang ternak ayam broiler ini dapat memperoleh pengetahuan melalui pelatihan – pelatihan yang diadakan mengenai ternak ayam broiler sehingga mereka dapat dididik menjadi tenaga kerja yang professional yang nantinya dapat menjadi nilai tambah dan keuntungan maksimal bagi perusahaan. Selain itu dengan manajemen pengetahuan dapat dibentuk suatu struktur organisasi yang jelas dengan fungsi dan tugasnya masing – masing. Manfaat-manfaat lain akan terus ditemukan dan dirasakan dalam berbagai elemen masyarakat manapun. V. DAFTAR PUSTAKA Birkinsaw, Julian (2001). “Making Sense of Knowledge Management”, dalam IVEY Business Journal, March/April, pp:32-36. Davenport, Thomas H & Prusak, L (1998) . Working Knowledge : How Organizations Manage What They Know. Boston: Harvard Business School Press. Joni. 2005. Manajemen Pengetahuan: Teknologi Informasi. www.dudung.net [5 Maret 2007].  Hansen dkk. dalam Setiarso, B. 2003a. Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) dan Proses Penciptaan Pengetahuan. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. www.ilmukomputer.org [5 Maret 2007].  Hartono. 2006. Perpustakaan dalam Praktek Knowledge Enabler:Perspektif Pustakawan. www.google.com [5 Maret 2007].  Koina dalam Siregar, A. R. (2005) Manajemen Pengetahuan Perspektif Pustakawan. Disampaikan dalam Seminar Ilmiah Nasional IPI di PekanBaru Riau, 31 Mei – 3 Juni 2005. Laudon, Knnethh C. and Jane P. Laudon (2002) Management information systems : Managing the digital firm 7th ed. New Jersey : Prentice-Hall Malhotra, Y. (2000). “From Information Management to Knowledge Management :Beyond the `Hi-Tech Hidebound` Systems” dalam K. Srinantaiah dan MED Koenig (ed.), Knowledge Management for the Information Professional, Medford, NJ: Infor-mation Today Inc,pp 37-61.   Nonaka, Ikujiro & Takeuchi, Hirotaka (1995). The Knowledge-Creating Company : How Japanese Companies Create the Dynamics of Innovation. Oxford: Oxford University Press. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah. 2006. Pengenalan Knowledge Management. www.pdii.lipi.go.id [5 Maret 2007]. Raka, G. 2003. Manggaris-Bawahi Peran Idealisme, Karakter, dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Departemen Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung. www.google.com [5 maret 2007]. Setiarso. 2003a. Manajemen Pengetahuan (Knowledge Managemen) dan Proses Penciptaan Pengetahuan. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. www.ilmukomputer.org [5 Maret 2007]. Setiarsi. 2003b. Baerbagai Pengetahuan:Siapa yang Mengelola Pengetahuan?. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. www.ilmukomputer.org [9 Maret 2007].  Society of Management Accountants of Canada dalam Setiarso. 2003a. Manajemen Pengetahuan (Knowledge Managemen) dan Proses Penciptaan Pengetahuan. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. www.ilmukomputer.org [5 Maret 2007].  Von Krogh, Ichiyo, dan Nonaka dalam Setiarso. 2003a. Manajemen Pengetahuan (Knowledge Managemen) dan Proses Penciptaan Pengetahuan. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. www.ilmukomputer.org [5 Maret 2007].  Wikipedia. 2006. Manajemen Pengetahuan. www.id.wikipedia.org [5 Maret 2007].    

Knowing Management

COVER

Welcome to Blog Mahasiswa MB IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa MB IPB

Search
Categories
Archives

You are currently browsing the archives for the Uncategorized category.